Jenis Obat Penggugur Kandungan

Di negara-negara seperti Indonesia ini praktek Klinik Aborsi memang sangat diawasi oleh pemerintah, disamping tindakan aborsi memiliki resiko yang terbilang tinggi, maraknya praktek klinik aborsi palsu di Jakarta juga menjadi poin yang meresahkan masyarakat. Di tiap klinik aborsi , penggunaan obat penggugur kandungan yang terstandar dengan kadar yang tepat dapat mempercepat proses aborsi dan pemulihan bagi pasien.

Diantara banyak obat-obat penggugur kandungan baik yang berstandar maupun yang ilegal, jenis Misoprostol adalah jenis obat penggugur kandungan yang lazim di gunakan. Cara paling aman dan baik bagi wanita untuk melakukan pengguguran kandungan (aborsi) dengan Misoprostol adalah pada usia kehamilan sampai dengan minggu ke-12.

Pasien tidak boleh melakukan aborsi sendiri bila usia kehamilan sudah lebih dari 9 minggu. Karena tanpa pengawasan yang ketat, obat Misoprostol mengakibatkan kontraksi rahim. Sebab itu, rahim akan memaksakan pengguguran kehamilan. Pasien akan mengalami kram yang menyakitkan, kehilangan darah dari vagina yang lebih banyak dari menstruasi biasa, rasa mual, muntah dan diare. Ada juga kemungkinan risiko pendarahan berat. Agar kondisi ini tidak terjadi, pasien harus segera melakukan konsultasi dokter spesialist kandungan. Kemungkinan keberhasilan aborsi dengan obat Misoprostol dari 90%.

Obat jenis Misoprostol hanya bisa digunakan untuk usia kandungan dibawah 12 minggu atau 84 hari sejak hari pertama menstruasi terakhir. Bila pasien menyangka hamil lebih dari 12 minggu, atau USG menunjukkan bahwa pasien hamil lebih dari 12 minggu, sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat Misoprostol tanpa pengawasan medis.Obat ini masih bisa digunakan bila usia kehamilan lebih dari 12 minggu, tetapi dengan risiko perdarahan berat, nyeri dan komplikasi serius akan terus meningkat semakin lama kehamilan Pasien.

Dikutio dari salah satu web klinik aborsi legal, kliniksteril.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *